Mungkin kamu pernah mendengar ungkapan seperti judul topik artikel kali ini. Ungkapan ini sangat familiar bahkan sering diucapkan oleh banyak orang, mengingat kalimatnya yang sederhana dan terdengar sangat estetik. Namun, tahukah kamu jika ungkapan yang muncul pertama kali pada masa Kekaisaran Romawi ini memiliki makna yang lain?
Ungkapan ini, umumnya akan
diucapkan seseorang ketika menasihati atau mungkin menemui jalan buntu saat
tujuannya tidak tercapai. Yep, makna pertama akan berarti ‘untuk meraih
sesuatu, kita tak sepatutnya terpaku hanya dalam satu cara atau jalan’. Di
makna pertama, kita juga bisa mengambil pesan positif yakni, jangan mudah
menyerah dalam meraih tujuan. Ketika satu jalan tertutup, maka akan ada jalan
lain yang bisa dicoba dan terbuka lebar
Namun, selain memiliki makna yang motivatif, ada makna lain yang menjadi penyebab munculnya ungkapan ini. Semua bermula, ketika Kekaisaran Romawi mulai membangun infrastruktur untuk menghubungkan wilayah kekuasaannya yang luas. Rencana kekaisaran Romawi untuk mulai menghubungkan wilayahnya, sudah terlihat semenjak abad ketiga sebelum masehi. Romawi gencar membangun jalan-jalan yang bukan hanya terdiri dari jalanan besar namun juga jalan kecil. Selain berfungsi untuk jalur perdagangan, hal ini juga bertujuan untuk mempercepat lajur mobilisasi pasukan dari satu kota ke kota lainnya
![]() |
| Jalan di salah satu desa di Roma, Italia |
Pembangunan ini semakin pesat ketika era kepemimpinan Kaisar Augustus penerus Julius Caesar. Kekaisaran Romawi menempatkan kota Roma menjadi pusat dari seluruh jaringan jalan ini. Selain itu, infrastruktur jalan yang dibangun Romawi dikenal memiliki kualitas dan daya tahan yang baik. Campuran utama dari pembuatan jalan ini adalah beton pozzolona yang merupakan campuran dari abu vulkanik dan batu kapur. Tak heran, teknologi Romawi saat itu menjadi salah satu yang terbaik.
![]() |
| Kota Roma menjadi pusat dari seluruh jaringan jalan |
Daya tahan dan kualitas
jalan yang tak mudah rusak, adalah hal yang diutamakan oleh Kekaisaran sebesar
Romawi. Disamping karena wilayahnya yang luas, hal lainnya adalah untuk
menghemat anggaran negara terlebih saat itu Romawi sedang gencar melakukan
perluasan wilayah kekuasaan. Bersamaan dengan penguasaan perairan terutama laut
tengah, maka roda ekonomi Romawi semakin melaju pesat dari bangsa-bangsa lain.
Sehingga, kita mengenal istilah “Pax Romana” atau “Roman Peace”.
Hai Histocrafian, terimakasih
sudah membaca!

.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar